diari sang pemimpi



1:40 am, by diari21
permalink




Saya tidak ingin lagi jatuh cinta. Saya sadar sekarang, apapun namanya, jatuh berarti sakit. Saya tidak ingin jatuh, lalu sakit dalam cinta. Saya tidak ingin jatuh ke dalam cinta, tapi ingin membangun cinta. Menciptakannya dengan material pertimbangan dan logika yang rasional.

1:02 pm, by diari21
permalink




:D

:D

(Source: otakulei)

11:17 am, reblogged by diari21
permalink




aku sudah lama lupa cara melupakanmu.

maka aku menghabiskan hari memeriksa ponsel setiap menit, hanya mengantisipasi kalau-kalau kamu memberi kabar atau menanyakan sesuatu, atau sekadar minta tolong.

maka aku duduk diam di depan komputerku tiap hari, meng-klik chat berulang-ulang, mengantisipasi kalau-kalau bulatan di sebelah namamu sedang hijau muda, dan kamu mungkin akan membalas “hai”-ku.

maka aku menekan nomor teleponmu berkali-kali hanya untuk memencet tanda “end call” sebelum bunyi tut-tut-tut sempat terdengar.

maka aku melamun di ambang jendela sehari-hari, melempar pandang jauh, menahan-nahan sedih yang akhir-akhir ini memenuhi pelupuk, bahkan pada saat menggosok gigi di pagi hari dan sebelum tidur.

aku seperti naif dan kamu semacam tak acuh.

(Source: lillolly)

11:41 am, by diari21
permalink




i heard

that you settled down

that you

found a girl

and you’re married now

i heard that your drem came true

guess she gave you thing

i didn’t give to you

akan kah suatu saat seperti ini? seperti apa ya mendengar kamu akhirnya menemukan gadis lain, lalu menikah. semoga aku baik-baik saja.

nevermind

i found someone like you

i wish nothing but the best for you too

“don’t forget me” i begged

“i remember” you said

sometime it last in love

but sometime it hurt instead

aku bersyukur pernah mengenal kamu. orang seperti kamu pernah ada dalam hidupku adalah sesuatu yang ga pernah aku bayangkan sebelumnya. kamu spesial. kamu berbeda. senang bisa kenal kamu. kamu mengajarkan aku banyak hal. memperkenalkan aku pada apa yang tidak aku ketahui sebelumnya. kamu juga mengajarkan aku untuk bersabar, untuk bisa mencintai dengan tulus. mencintai kamu.

jangan pernah lupain aku ya. aku juga yakin kamu ga akan lupain aku. kenangan kita terlalu berharga untuk dilupain. tolong sisihkan sedikit ruang di hati dan pikiran kamu untuk aku titipi kenangan kita. tak perlu diusik. cukup disimpan dengan baik. bisa kan? tidak keberatan kan? aku yakin kamu bersedia, aku tau kamu baik :)

aku sadar sesuatu kadang bisa berakhir dalam cinta, tapi kadang bisa malah menyakitkan. begitu juga kita. tapi aku yakin apapun yang akan terjadi pada kita, begitulah yang terbaik dari Tuhan. masih percayakan bahwa jodoh sudah ditentukan bahkan ketika pertama kali nafas kita di hembuskan? aku percaya. dan aku pun percaya kalau memang berjodoh, akulah gadis yang kau temukan (kembali) lalu kau nikahi.

:D

*someone like you -adele adkins

11:43 am, by diari21
permalink





Akan ada orang baru setelah kepergian orang lama, itulah kehidupan
1:00 pm, by diari21
permalink




berjalan saja

Aku tau akan begini akhirnya. Akan ada saat dimana akhirnya kau berubah pikiran dan merasa lelah menungguku. Memutuskan untuk menyerah, lalu sedikit demi sedikit menjauhiku.

Tak apa, aku paham sepaham kau memahami alasanku tidak ingin bersamamu menjalin cinta. Aku maklum, semaklum dulu ketika kemakluman itu membuatmu tetap bertahan menjadi seseorang yang begitu setia disampingku sebagai sahabat yang baik. Aku mengerti jika akhirnya kau lelah dan ingin berhenti. Kita tidak bisa kan terus menerus berlari menuju suatu tempat namun kita tak pernah sampai tujuan, aku mengerti kau butuh berhenti untuk merengenggangkan kakimu yang mulai terasa sakit sampai ke hatimu. Aku mengerti kau haus dan ingin berhenti lalu minum, berhenti dari ‘lari’ yang tak berujung.

Tapi ketika lelahmu hilang, ketika kakimu tak sakit, ketika kekuatan kembali padamu, tak bisa kah kau cukup berjalan? Tak perlu berlari. Tak perlu berambisi mengejar dengan berlari. Tak perlu. Cukup berjalan. Dengan santai, tenang, dan konsisten. Tak bisa kah kau tetap berjalan. Kita bahkan bisa beriringan. Kau dan aku dalam jalan yang sama sebagai sahabat. Kita bisa berbagi bekal. Berbagi cerita. Berbagi segalanya. Tak bisa kah seperti itu? Ubahlah cara pandangmu, kemudian perlahan ubah perasaanmu. Sungguh aku ingin kau menjadi sahabatku. Berjalan bersamaku. Karena aku tak ingin berlari. Tak sanggup berlari denganmu.

12:59 pm, by diari21
permalink




16 maret 2012

Tepat 2 tahun lalu, dan saya tidak akan pernah lupa.

Di bus.

Pertama kali pandangan kita bertemu.

Pertama kali ku dengar suaramu.

Pertama kali kita bersalaman dan menyebut nama kita

Pertama kali ku lihat senyum diwajahmu,

dan

Pertama kali kita memutuskan untuk bersama.

Dalam cinta.

Tepat 2 tahun yang lalu, aku tak pernah lupa.

Kamu. Dan segala kenangan yang ada di dalamnya.

Meski kini kita tidak lagi bersama,

Untukmu, ingin kuucapkan dari hati yang terdalam

Dari hati yang pernah mencintai

Dari hati yang pernah tersakiti :

Selamat 2 tahun

untuk kita.

3:59 am, by diari21
permalink




yang terbaik

Tidak ada yang salah dengan ini semua. Hak setiap orang kan untuk tidak atau memilih sesuatu. Aku juga tidak menyalahkannya ketika akhirnya dia tidak memilihku. Tidak sama sekali. Hanya terkadang aku sulit menerima kenyataan bahwa dia tidak lagi singgah dalam hidupku bahkan untuk sekedar teman. Ya teman. Andai ia tau hanya itu yang aku butuhkan.

“aku pikir aku membuat keputusan yang keliru, din.” aku tertunduk lemas. Dina yang sibuk dengan makanannya langsung beralih padaku. Menyimak dengan seksama. Sepertinya ia tau ini akan jadi obrolan serius.

“ada apa, ra? Keputusan apa itu?” rina bertanya.

“kemarin aku mengungkapkan semua perasaanku padanya. sepertinya ia agak tersinggung. Sepertinya dia juga mulai menjauhiku” aku mulai merasa ada getaran dalam nada suaraku. Dadaku sesak.

“lalu?”

“aku sedih, din. Apa aku salah?”

Dina membenarkan posisi duduknya. Menatapku sambil tersenyum,

“kamu ga salah, ra. Hanya menurutku dia yang kekanak-kanakan. Kamu hanya mengungkapkan apa yang kamu rasakan dan tidak ada yang salah dengan itu. Tapi dia menjauhimu setelah dia tahu perasaanmu, itu yang patut dipertanyakan. Kalaupun dia tidak menyukaimu, tidak sepatutnya dia menjauhimu. Menurutku dia terlalu pengecut.”

Aku menghela nafas.

“andai aku tidak mengungkapkan perasaanku, din. Aku menyesal.”

“loh, kenapa harus menyesal?”

“karena kalau aku tidak terlalu berterus terang dia akan tetap menjadi temanku”

Rina tertawa, “ra, boleh aku bertanya? Seperti apa tipikal laki-laki yang kamu inginkan” lanjutnya.

“aku ingin laki-laki yang dewasa, bertanggung jawab, laki-laki yang berani, menyayangiku dengan tulus, beriman, setia, dan jujur. Aku ingin laki-laki yang bisa diandalkan, din”

“nah, sekarang kamu merasa semua yang kamu inginkan itu ada padanya?”

Aku berpikir sejenak. Iya, ada benarnya perkataan dina. Aku pikir dia tidak cukup berani dalam mengambil keputusan. Dia tidak se-dewasa yang selama ini terlihat. dia tidak bertanggung jawab atas apa yang terjadi padaku, setidaknya sedikit menghargaiku itu akan membayar tuntas perasaanku yang tersakiti. Aku mulai merasa apa yang aku pikirkan tentangnya sebagian adalah salah. Dia bukan yang aku cari.

“tidak.” Ucapku tegas. Ada perasaan tenang sedikit demi sedikit mulai menjalari hatiku.

“nah, itu dia. Tuhan sedang menunjukan mana yang pantas dan tidak pantas untukmu, ra. Yakinlah, dibalik penolakannya pasti ada sesuatu yang bisa kamu jadikan hikmah. Mungkin saja dia memang tidak terlalu baik untukmu. Aku tidak mengatakan dia tidak baik. Hanya saja tidak baik untukmu. Mungkin akan lebih baik untuk orang lain. Dan yakinlah, tuhan sedang menyediakan seseorang yang lebih baik darinya, untuk kamu cintai sepenuh hatimu. Kalau kamu tidak mengungkapkan perasaanmu, mungkin sampai sekarang kamu tidak akan pernah tahu dan kamu akan terus menerus mencintai pria yang salah. Bersyukurlah, kamu tidak perlu menunggu lebih lama untuk dijauhkan dari yang tidak baik bagimu. Kalau masalah berteman atau tidak, dialah yang menjauhimu. Bukan kamu yang menjauhinya. Tuhan Maha Tahu, ra. Biarlah Tuhan yang menentukan. Tawakal saja.” Ujar dina.

Aku tersenyum, kemudian memeluk sahabatku ini. Dina benar. Aku seperti menemukan ribuan cahaya memasuki hatiku yang gelap. Aku kembali menjadi tenang, terang.

Tuhan sedang menunjukan yang terbaik baikku. Ah, betapa butanya hatiku oleh kesedihan yang tidak ada apa-apanya. Aku terlalu dramatis. Terlalu berdilema dengan kesedihan yang tanpa sadar ada sesuatu yang bisa dijadikan hikmah dibalik kesedihan itu. Kita sering kali berburuk sangka pada musibah yang terjadi pada kita, tanpa mau meneliti terlebih dahulu apa yang ada di balik musibah itu. Kita mudah terlarut dalam kesedihan, mengeluh, mengutuki takdir, dan tanpa sadar membenci kehidupan. Padahal setiap hal yang terjadi pasti memiliki alasan. Bisa jadi itu baik. Jangan terburu-buru menyikapi masalah dengan prasangka yang tidak baik.

…dan boleh jadi kamu benci kepada sesuatu padahal ia baik bagi kamu, dan boleh jadi kamu suka kepada sesuatu padahal ia buruk bagi kamu.dan (ingatlah) Allah jualah yang mengetahui semua itu, sedang kamu tidak mengetahuinya.

(Al-baqarah : 216)


Tuhan, sesungguhnya hanya Kaulah yang mengetahui apa yang terbaik untukku, maka tunjukan dan berilah aku yang terbaik.

Amin.

 

3:49 am, by diari21
permalink





Thanks untuk semua orang yang udah mampir dalam hidupku, dan Thanks so much untuk yang tetep tinggal sampe sekarang
3:44 am, by diari21
permalink